sebenernya cerpen ini udah gue terbitin waktu Cristmash Day, tapi itu dijadiin 3 bagian ..
nah, kalo yang ini langsung semuanya dijadiin satu ..
jadi bagi yang udah baca, baca ulang gpp kali yah :D
dan sory kalau ga nyambung !
*
Special RiFy
*
langit malam terlihat sangat indah dengan taburan berbagai bintang terang dan sebuah bulan kuning yang berkilau bak intan permata. aku duduk termenung sambil menopang dagu di tengah hamparan hijaunya rumput yang basah tertempel embun.
aku menatap lekat ke arah langit melihat setitik bintang yang berkilau sangat terang, indah berkelap kelip di atas sana. pikiranku menerawang jauh berandai andai seakan bintang itu bisa menunjukan sebuah keajaiban untukku. keajaiban yang aku tunggu selama ini.
aku melirik jam digital berwarna hitam mengkilat yang terpasang di tanganku. sudah menunjukan pukul 10.15 pantas saja udara dingin membelai lembut tubuhku, perlahan masuk menusuk tulan belulang.
aku sedikit merapatkan tubuh, memeluk lututku agar terasa sedikit hangat. namun udaranya terlalu dingin sehingga mampu merobohkan kehangatan yang aku ciptakan. aku memutuskan kembali ke dalam rumah yaa daripada aku menjadi beku terkena angin dingin, gk lucu kan !
aku duduk di sebuah kursi yang berada di dekat api unggun yang tengah berkobar riang di tengah malam sunyi, memancarkan cahaya merah dah menyebarkan setitik kehangatan untuku. sesekali aku menggosokan tangan lalu meniupnya, merasakan lembut kehangatan yang membelai telapak tanganku.
aku mengambil secangkir kopi hangat yang tergeletak di atas meja, asapnya melambung tinggi ke atas lalu dalam sekejap hilang diterpa angin. ku mendekatkan ke arah mulutku lalu menyeruputnya, hingga tenggorokanku terasa sangat hangat setelah meneguk kopi itu.
+
Pukul 06.00
fajar menyingsing. cahaya masuk melalui celah tirai kamarku. aku mengerjapkan mata beberapa kali, tanganku berusaha menepis cahaya mentari yang menyilaukan.
aku berjalan gontai keluar rumah, masih dengan piyama berwarna biru yang aku kenakan semalam untuk tidur. aku merentangkan tangan, meregangkan otot-otot yang terasa lemas dan kaku.
ku tarik nafas panjang menghirup udara yang sejuk lalu menghembuskannya perlahan.
aku tinggal di sebuah kota kecil yang berada di kawasan paris.
kota yang terletak di belakang pegunungan membuat udara menjadi bersih dan sejuk, apalagi penduduknya tidak begitu ramai hanya beberapa saja.
udaranya memang dingin namun lebih dingin lagi saat musim salju datang. seketika aku teringat kepada kekasihku, aku menyunggingkan senyum manis di sudut bibir. sebentar lagi dia akan datang untuk pulang kesini.
sungguh aku rindu sekali dengan senyum manisnya, dengan kata kata kocak yang bisa membuatku tetawa dan sejenak lupa akan penyakit ini. aku sangat rindu dengannya, aku ingin membelai lembut wajah cantiknya, aku ingin mendekapnya dalam pelukan hangatku. tapi sekarang dy berada jauh, bahkan sangat jauh.
yya..! sekarang dy sedang berada di indonesia, negara yang memiliki lambang garuda dan bendera merah putih. negara yang indah dan yang dipenuhi dengan rasa kesatuan dan kebersamaan.
dia pergi kesana untk menyelesaikan suatu masalah, entah apa itu aku tak berminat untuk mengetahuinya. yang penting bagiku adalah dy kembali dengan selamat dan keaadaan yang utuh.
aku beranjak kembali ke dalam rumah, untuk bergegas mandi dan merapikan diri agar saat dy datang aku terlihat menawan di depannya.
namun tiba tiba kepalaku terasa sangat pusing dan berat, bahkan darah segar yang berwarna kemerahan keluar menetes deras dari hidungku. kucaoba menutup hidungku agar darah itu berhenti namun sia sia saja darah itu semakin menambah aliran kecepatannya. aku berusaha melangkahkan kaki ini memasuki rumah tapi seketika semuanya menjadi buram dan gelap.
+
Pukul 11.00
aku melihat cahaya putih itu datang ke arahku. menyambarku dengan cepat secepat kilat.
aku berusaha membuka mata. dan aku melihat lampu benderang di atasku, sangat silau sehingga membuat pandanganku menjadi tidak jelas. tapi tunggu... aku melihat sesosok gadis tengah duduk di sofa.
ia menutup wajahnya sambil bergumam pelan. aku mengerutkan dahi. lalu aku melirik sebuah jam berbentuk bundar yang tertempel di dinding. aku melihat sudah pukul sebelas, berarti aku sudah pingsan selama enam jam.
ahh.. tapi tak apalah jugaan ini sudah sering terjadi.
gadis itu menoleh ke arahku lalu berjalan mendekati diriku. senyum senang terukir indah di wajahnya, aku terlihat bingung saat melihatnya namun di detik kemudian aku teringat siapa dy.
"ifyy.." gumamku pelan
"sayang kamu udah sadar, aku panggil dokter dulu ya" katanya seraya pergi
aku menggangguk kecil sambil tersenyum melihatnya. akhirnya dy kembali orang yang aku cintai selama ini ada untku sekarang.
yya.. namanya alyssa saufika umari atau biasa disapa ify. dy adalah bidadari yang selalu mewarnai hidupku, yang selalu membuatku tersenyum manis meski rasa sakit itu kerap menyiksa. aku bahagia bahkan sangat, sangat bahagia bisa memilikinya. tapi ada satu hal yang menjadi penghalang cinta kami yaitu AGAMA !
dy menganut agama islam sedangkan aku menganut agama kristen. sehingga dulu kami sempat berpisah selama 3bulanan dkarenakan orang tuanya tak menyetujui hubungan kami. aku sudah berusaha memperjuangkan cinta kami mati matian, tapi apa ? tetap tak ada restu dari mereka, bahkan orang tua ify berencana untk menjodohkan ify dengan lelaki yang bernama Cakka Kawekas Nuraga.
saat itu aku hanya bisa pasrah, mungkin kami memang tidak ditakdirkan untuk bersama. aku mencoba memutuskan hubungan dengannya, menjauh dari hidupnya agar dy bisa hidup bahagia dengan cakka. aku pergi ke paris meninggalkan indonesia. karna aku tak kuat jika harus melihat ify bersanding dengan pria lain.
tapi ternyata dy datang menyusulku, bahkan dy rela untuk tinggal di paris brsamaku selamanya meningglkan keluarga, karir dan semuanya. itulah bukti cinta dan kasihnya kepada ku. cintanya begitu kuat dan tak terpisahkan.
+
Pukul 16.00
aku dan ify tengah duduk di tengah taman rumah sakit. angin sejuk membelai rambut panjangnya yang tergerai indah. aku dan ify sama sama terdiam karena masih sibuk bergelut dengan pikiran yang menjalar entah kemana. sesekali aku melirik ke arah ify yang sedang melamun sambil menatap lurus ke depan, melihat satu persatu daun daun berguguran dan jatuh melayang tertiup angin.
ku perhatikan lekuk wajahnya, tdak brubah masih tetap cantik seperti dulu. aku berinisiatif membuka topik pembicaraan, karena aku bosan dengan situasi sepperti ini.
"fy, i miss you" kata ku
"i miss you too mario" jawabnya tulus
"fy, besok temenin aku ke panti yah" pintaku
"tapi yo..." aku sudah tau apa yang akan ia katakan, aku menempelkan jari telunjuku di depan bibirnya.
"plisee" kataku memohon
"yaudahlah, aku gk bisa ngelarang kmu lagi" katanya pasrah
"makasih ify sayang" jawb ku
panti asuhan, yyaa aku sendiri yang membangunnya, aku memberi nama 'Panti Asuhan Miracle'. aku sedih ketika melihat anak anak kecil yang harus bekerja keras untuk mendapat sesuap nasi, mereka harus berdiri di bawah teriknya matahari sambil mengadahkan tangan meminta sekeping koin. hatiku iba melihat itu semua, oleh karena itu aku membangun panti asuhan ini untk mengurangi sdikit beban hidup mereka. untuk berbagi kebahagiaan kepada mreka sbelum tuhan mengangkat nyawaku.
+
20 Desember 2010
pagi ini aku meminta izin kepada dokter alvin untuk pulang. sebenarnya dokter alvin tidak mengizinkan, tapi jangan panggl aku rio kalo aku gk bisa mengatasi hal itu. aku turun ke lobby menggunakan sebuah lift. aku menghampiri seorang gadis sdang berdiri menungguku.
"ify" kataku
"udah?" tanyanya
"udah, ayok" ajaku
+
aku tiba di sebuah bangunin berukuran lumayan besar yang berwarna putih. di depannya ada palang bertuliskan 'Panti Asuhan Miracle' aku tersenyum, lalu menggandeng tangan ify masuk ke dalam sana.
"hay semua, hay bunda ira" sapaku
"papa rio" semua berseru kearhku lalu memeluku.
"papa kok bru dateng sih kan keke sama oik kangen sama papa" katanya manja.
"maafin papa ya ke, ik. nih papa bawain jajan, bagi bagi ya sama yang lain" kata ku sambil memberik kresek putih besar
aku menghampiri wanita separuh baya yang berdiri seraya tersenyum ke arahku. dy adalah bunda ira, dyalah yang mengasuh semua anak panti ini. akupun sudah menganggapnya sebagai bunda kandungku sendri.
"bunda" kataku sambl memeluknya
"rio, sini ikut bunda" kata bunda ira.
aku pergi ke taman yang terletak di disamping panti asuhan bersma bunda ira, sedangkan ify menemani anak panti.
"bagaimana keadaanmu yo?" tanya bunda
"baik bun, udalah gk usah pikirin rio, rio pasti baik baik aja kok" jwbku meyakinkan
"iya, jaga diri baik baik yah" pesan bunda
aku mengangguk kecil. aku mengalihkan pandanganku dari bunda ke arah ify yang tengah asik bermain. kulihat senyumannya yang begitu lepas, kulihat anak anak itu sedang tertawa bahagia.
ahh ...
aku ingin slalu melihat itu semua, tapi apa aku bisa ?
+
21 Desember 2010
aku memandang wajahku di depan cermin. aku melihat bayangan diriku dengan wajah pucat, bibir berwarna putih pasi dan rambut yang semakin menipis. aku tersenyum kecut melihatnya.
hari ini aku akan pergi ke panti asuhan lagi, untuk menyiapkan persiapan hari natal. aku dan ify membawa pohon natal dan berbagai pernak pernik lainnya, tidak lupa dengan berbagai jenis kado untk dtaruh dbawah pohon natal.
"yyee mama ify sama papa rio dateng lagi" kata oik bersorak riang
"ia oik, nih papa bawa pohon natal sama pernak pernik lainnya" kataku
"wahh, kita bakal buat pohon natal donk" kata oik
aku dan ify mengambil pohon natal yang berada di mobil, lalu membawanya masuk ke dalam panti asuhan.
aku dan semua anak panti mulai menghias pohon natal itu dengan berbagai macam pernak pernik. seperti boneka, klonceng, bintang dan lainnya. kami tertawa dan bercanda sesama, sungguh nyaman hatiku saat berada di dkat mereka.
"papa rio, nanti bintang emasnya ditaruh pas malem natal aja yah" kata oik sambl menunjukan bintang besar berwarna keemasana yang akan ditaruh di pucuk pohon natal.
"iya oik" jawabku sambl mencubit pipinya yang imut
"ntar papa bisa make a wish juga lho, mungkin meminta suatu keajaiban, yakan pa?" kata oik lagi
aku terdiam mendengar celotehan oik. 'yya semoga keajaiban itu akan datang' batinku. aku termenung menatap lurus ke depan sambil menopang dagu.
tteess...
suara tetesan darah yang mengalir deras dari hidungku. kepalaku terasa sangat pusing, pandanganku menjadi buram dan berbayang. sakit ini lebih sakit daripada yang sbelumnya. aku terduduk lemas di lantai yang berceceran darah.
"mama ify, mama ifyy tolongin papa" teriak oik sambil menangis
"oik, sini sama bunda" kata bunda sambl menggendong oik
dengan cepat ify menelpon ambulance untk membwaku kerumah sakit. hatinya sangat kalut dan cemas, bahkan sungai kecil sudah mengalir deras di pipinya.
++++
22 Desember 2010
aku masih tak sadarkan diri. tergeletak lemah di ranjang rumah sakit ini. ify masih setia menemaniku meskipun kata dokter alvin penyakitku sudah sangat parah dan hidupku tinggal beberapa hari lagi, mungkin gk sampe tiga hari. mendengar pernyataan seperti itu membuat hati ify bak disambar petir.
tentu sangat perih dah pedih rasanya jika mengetahui orang yang kita cintai akan pergi sebentar lagi.
aku tersadar dari pingsanku, perlahan kumembuka mata berharap aku langsung menatap mata bening ify, berharap aku langsung melihat lekat wajah manis ify.
tapi apa .. ?
semuanya gelap, gelap, dan sangat gelap. semuanya berwarna hitam tak terlihat apapun. kucoba mengerjapkan mata beberapa kali, mungkin saja aku sedan bermimpi. tapi ternya tidak ! semuanya tetap gelap dan hitam. aku menangis dan menjerit ketakutan sambil berlari entah kemana. namun disini gk ada orang sama sekali.
aku bingung ..
aku takut ..
aku sendiri ..
hanya sendiri disini !
tangisanku meledak, aku berusaha menjerit dan berteriak sekuat tenaga berharap ada seseorang yang datang menghampiriku dan menunjukan jalan keluar dari sini. namun aku sudah tak kuat, badanku terasa sakit dan tulangku terasa remuk semua. kakiku tak kuat lagi menopang tubuh lemasku. aku terduduk letih sambil menjerit minta tolong.
ahh ..
akhirnya aku melihat setitik cahaya terang yang menyilaukan di ujung sana. hatiku berlonjak senang, pasti disana ada seseorang yang bisa membantuku. aku menarik nafas lalu menghembuskannya perlahan, berusaha mengumpulkan sedikit energi yang masih kumiliki.
aku mencoba mengubah posisi menjadi berdiri, ku langkahkan kaki ini selangkah demi selangkah. ku tangkis semua rasa lelah dan letih, ku tepis semua tetesan keringat dingin yang mengucur deras di pelipisku. sesekali aku terjatuh dan terhempas karena kelelahan.
aku memandang cahaya putih itu. hatiku terlonjak kaget ketika mataku menangkap seorang lelaki yang tengah tergeletak tak berdaya di sebuah ruangan rumah sakit. aku mengucek mataku beberapa kali, kucubit pelan lengan kananku hingga aku meringis kesakitan. namun penglihatanku tak kunjung berubah.
aku kembali menatap lekat cahaya itu, lelaki disana adalah aku, aku yang sedang terbaring lemah disana, dengan berbagai peralatan medis yang menempel lekat di kulit tubuhku. aku kembali menangis sejadi jadinya, tak kuasa membendung air mata yang menerobos keluar dari pelupuk mataku.
aku sangat terharu ketik melihat ify menggenggam erat jemariku, ketika ify meneteskan air ketulusan dari kelopak matanya,
ketik ify terus mengucapkan untaian doa untuku, ketika ify bersujud lalu mengadahkan tangannya meminta kepada tuhannya agar aku bisa terbangun. sekarang aku ingin mendekapny dalam pelukan hangat ku, aku ingin melihat senyumnya lagi. senyum yang selalu terpancar indah di wajahnya, yang bisa membuatku lulth.
+
23 Desember 2010
aku masih tetap tergeletak tak berdaya di ranjang rumah sakit yang empuk itu. masih tetap dengan alat bantu pernapasan, selang infus, dan berbagai alat medis lainnya. aku ingin segera terbangun dari semua mimpi buruk ini, aku ingin segera merobek lembaran kertas putih yang udah kotor terkena tinta hitam !
aku ingin melakukan semua itu !
aku baru teringat kalau besok adalah malam natal, aku ingin merayakannya bersama semua anak panti, bunda ira dan tentunya ify. aku ingin menghiar pohon natal bersama mereka, aku ingin mengatakan happy cristmas kepada semua orang. aku juga ingin berdoa di malam natal nanti pada tuhan agar memberikan sebuah keajaiban. aku ingin meminta di malam natal nanti pada santa claus agar semua derita hidupku hilang, agar tak ada lagi tetes air mata yang terbung.
yya .. !!
itu semua adalah angan angan dan keinginanku ..
+
24 Desember 2010
hari ini adalah hari jumat, tepatnya tanggal 24 desember, dan artinya tengah malam nanti adalah malam natal.
namun apa ?
aku masih seperti mayat hidup yang tak berdaya sedikitpun, terbaring lemah sambil terdiam mematung dan tak bergeming sedikitpun. sepertinya harapanku untuk hidup sudah pupus. dokter alvin saja sudah tak dapat berkata apapun tentang penyakitku ini. penyakit yang sudah tiga tahun aku derita dan rasakan. penyakit yang membuatku jatuh dan terpuruk di jurang kegelapan dan kesakitan. penyakit yang mungkin bisa membuatku meninggalkan dunia yang indah ini.
kanker otak !
begitulah orang menyebunya, saat pertama kali mendengar nama itu aku bergidik ketakutan. tapi sekarang aku sendiri yang mengidap penyakit itu, bahkan sudah tiga tahun lamanya dan aku tak kunjung sembuh. aku sudah tak kuat menahan rasa sakit yang terkadang datang tanpa permisi lalu dengan seenaknya menyiksa tubuh lemahku ini.
aku sudah capek pergi bolak-bolik kerumah sakit hanya untuk sekedar chek up. aku sudah bosan mencium aroma obat obatan yang baunya menusuk dan pekat. aku sudah malas mengecap lidahku merasakan pahitnya obat obatan itu.
+
Pukul 16.00
cclekk ..
suara decitan pintu terdengar jelas, sesosok gadis manis muncul dari belakang pintu dengan senyum kecut yang menandakan keperihan hatinya. ify membawa keranjang yang berisi berbagai macam buah dan sebuket bunga mawar merah yang menyebarkan aroma keharuman.
ia berjalan mendekatiku, membelai lembut rambutku dan mengecup pelan bibir manisku. aku melihat bayangan diriku dengan air mata yang deras. tapi seketika aku tersenyum senang ketika melihat jemari tanganku bergerak pelan.
kuusap semua aliran air mata itu. aku menengok kebelakang kulihat cahaya putih itu menyambarku lagi. aku berteriak sekuatnya namun seketika semuanya kembali gelap dan aku tak merasakan apapun lagi.
"rio sayang, kamu udah sadar" kata ify girang
samar samar aku mendengar suara ify. aku membuka mata sambil mengusapnya beberapa kali agar pandanganku menjadi jelas. ternyata aku sudah sadar, aku kira aku akan tertidur selamanya. ohh tuhan, kau memang maha kuasa. aku tersenyum simpul tapi dalam hati aku sangat senang karena aku bisa mendengar suaranya lagi. semoga ini semua bisa bertahan lama dan bukan hanya sebentar.
ternyata keajaiban itu muncul di malam natal ini, keajaiban atas perwujudan doa yang aku pinta selama ini.
+
Pukul 19.00
"ayo yo sekali lagi" rajuk ify sambil menyuapi bubur kemulutku
"udah fy" kataku sambil menggeleng pelan
"sekali lagi aja" kata ify
"gk mau pkoknya" tolaku sambil menutup mulut
"kalo gk mau yaudah" pasrah ify sambl manyun, aku terkikir melihatnya cemberut. lucu !
"ih ify mah ngambekan, yaudah tpi sekali lgi aja yak" kataku
"gitu donk" kata ify senang
"nanti jam sembilan ke panti yah fy" rajuku manja
"hhmm" ify nampak berpikir
"sekali ini aja fy" kataku meyakinkan
"hmm..okedeh" setuju ify
aku senang karena nanti aku akan merayakan natal bersama semua anak panti, dan mungkin ini akan menjadi hari natal terakhir untuku tapi ya semoga saja tidak. aku teringat akan cerita mami dan papiku dulu kala umurku masih berumur 6 tahun. mreka bercerita tentang malam natal yang dirayakan dengan pohon natal, kado dan juga kue. tapi yang terpenting adalah dengan cinta dan kasih yang tulus.
mereka juga bercerita tentang seorang lelaki tua dengan jenggot tebal berwarna putih dan perut gendut yang lucu. yyaapp...!! dy adalah sinterklaus atau santa claus, setiap malam natal sinterklaus turun dari langit lalu pergi mendatangi rumah penduduk satu persatu dengan menggunakan kereta yang dibawa oleh kijang besar. ia memberikan sebuah kado kado lucu kepada setiap anak. sungguh senang dong jika kita dapat hadiah gratis ?
namun sampai detik ini aku belum pernah melihat sinterklaus dengan mata kepalaku sendiri.
+
Pukul 21.00
aku sedang berada di dalam mobil bersama ify. kami akan pergi ke panti asuhan miracle. namun di tengah jalan turun salju yang lumayan lebat. menyelimuti kota paris dengan kristal kristal putih. membuat tubuhku terasa menggigil. bibirku bergetar pelan ify menengok ke arahku mendapati diriku yang sedang melamu sambil kedinginan. ify memberikanku syal putih, dan mantel tebal yang hangat.
salju itu membuat jalanan menjadi agak macet, sehingga kami -aku dan ify- harus menunggu beberapa menit. tapi aku tak merasa bosan atau jenuh sedikitpun, karena di setiap pinggir jalan kami disuguhkan dengan pemandangan indah nan menarik. banyak pohon natal yang berjejer dengan pernak pernik yang bergelantungan ditambah juga bintang emas besar yang berdiri kokoh di pucuknya, lampu berwarna warni yang berkelap kelip indah turut membingkai pohon natal tersebut.
apalagi sekarang hampir semua orang mengenakan topi sinterklaus yang berwarna merah putih, bahkan di setiap depan toko pasti ada saja orang yang menirukan penampilan sinterklaus untuk sekedar merayakan natal dan menarik pengunjung datang ketokonya.
aku tersenyum saat melihat seorang gadis kecil yang kira kira berumur lima tahun tengah mengenakan topi sinterklaus sambil berjalan menyusuri kota melihat indahnya pemandangan di malam natal bersama kedua orang tuanya. aku tersenyum ketika melihat tawa gadis kecil itu yang sungguh tulus dan lepas.
"mary cristmas and happy new year" kata seseorang sambil memberikan topi sinterklaus kepadaku.
"thengs, mary cristmas and happy new year too" jawabku seraya tersenyum.
+
Pukul 22.53
setelah sekitar hampir satu jam kemacetan dapat teratasi. semua mobil dan motor kembali melajukan kendaraannya dengan normal. ify menghentikan laju mobilnya di sebuah bangunan besar. aku turun lalu masuk ke dalam sambil menggandeng erat jemari ify.
"hay semua, mary cristmas" sapaku
"mary cristmas too papa" jawab semuanya serentak.
semua anak panti berlari memelukku. ify membagikan topi sinterklaus yang tadi kami beli. aku, ify dan semua anak panti mengobrol ria, terkadang ada kata kata kocak yang kulontarkan untuk sekedar mendinginkan suasana. aku melirik jam digital berwarna hitam yang terpasang ditanganku. sudah pukul 23.50 berarti sebentar lagi malam natal tiba. aku pergi kebelakang dengan mengendap ngendap.
"lohh rionya mana?" tanya ify
"bukannya tadi ada disamping mama ify ya" kata keke
"ihh, papa rio hebat bisa ngilang" kata kiki
"hhussh, orang hilang kok hebat sih" sahut ify.
ify mengajak semua anak panti untuk mencariku di taman semuanya menggangguk setuju. ify dan semua anak panti pun menyebar mencari keberadaanku. aku terkikik sendiri melihat mereka resah krna aku hilang scara tiba tiba, pdahal aku tengah sembunyi. aku ingin membuat surprise kepada anak panti dengan berpakaian ala santa claus, memakai janggut tebal yg berwrna putihl, baju dan topi yg berwarna merah putih, dan bantal besar yg ditaruh di perutku. aku terlihat gendut sekali, sungguh lucu. aku juga mengenggam sekarung kado untuk dibagikan kepada mreka nanti.
aku melihat mereka sudah kelelahan mencariku. aku berjalan keluar dengan mengendap ngendap.
‘’halo anak anak’’ sapaku dengan suara yg dibuat mirip dengan santa claus
‘’hahhahhaahhaa’’ semua anak tertawa melihatku. apalagi ify ia terkikik smbil menggelengkan kepala.
‘’ada yangg mau kado?’’ tanyaku
‘’mauu’’ teriak smuanya.
‘’kita kedalam aja, ya’’ kata ify
ku lirikan bola mataku yang berwarna coklat mengkilat ke arah jam digital berwarna hitam. sudah menunjukan 24.00. aku mengembangkan senyum manis, inilah saatnya malam natal tiba. aku berdiri di dekat pohon natal lalu menancapkan bintang emas berukuran besar di pucuk pohon natal. ku menutup mata lalu berdoa kepada tuhan dan berkata
‘terimakasih atas keajaibanmu’
semua anak bersorak gembira menyambut malam natal ini, tawa lepas dan pancaran senyum keindahan melekat di wajah polos mereka. aku mengajak anak panti menyanyikan lagu yang diriringi oleh nada nada indah yang diciptakan dari setiap tekanan tuts piano ify.
‘’we wish you mary cristmash and happy new year’’
aku membagikan sebuah kado kepada masing masing anak. mreka terlihat sangat senang menerima kado tersebut. aku menggenggam erat jemari ify membawanya berjalan ke arah taman.
‘’kamu lucu deh yo, pake janggut begitu’’ tawa ify
‘’ahh ify mah ngeledekin terus’’ kataku purapura ngambek
‘’kan aku Cuma becanda rio sayang’’ katanya smbil mencubit pipiku
ify.. bagaimna bisa aku rela menggantikan tawa itu dengan butiran air mata. bagaimmna bisa aku meninggalkan dy sndiri di bumi yg penuh derita ini. bagaimana bisa aku melepas belaian hangatnya yg selalu setia menyentuh lembut kulit tubuhku.
aku dan ify duduk di atas hamparan rumput yg sudah tertutupi butiran salju yg berwarna putih bersih. kami menatap ke arah langit, melihat beribu ribu tetes salju turun dari langit, aku mengadahkan tangan menyentuh setetes salju yg trasa dingin dan basah. hawa dingin masuk menusuk tulang belulangku, membuat kulit tubuhku terasa membeku.
aku tdurkan kepalaku di atas kaki ify, merapatkan tubuhku dengan tubuhnya. ify membelai rambutku dengan lembut. aku menatap lekat lekuk wajahnya yg sangat cantik. senyum indah terus terukir di wajahnya. senyum yg bisa membuat hatiku luluh. ahh .. tiba tiba aku mrasakan kpalaku terasa sakit yg begitu hebat, badanku serasa kaku. aku mencoba menahan rasa sakit ini demi ify.
‘’ify..’’ panggilku
‘’iyya yo’’ jwabnya
‘’i love you forever’’ bisiku
‘’i love you too rio’’ jwabnya.
aku sudah tak kuat menahan rasa sakit ini. kepalaku bagai tertusuk beribu jarum tajam, badanku bergetar pelan, tenggorokanku rasanya tercekat, tak mampu mengucapan sepatah katapun. hanya erangan kecil yang terdengar dari bibir manisku.
‘’arrgghh’’ aku mengerang pelan berusha agar ify tak mndengarnya. ternyata aku salah.
‘’yo..kmu knapa?’’ tanyanya dengan raut wajah yg terlihat sangat cemas
‘’sakit fy’’ jwabku pelan
‘’aku tlpon dkter alvin yah? atau aku panggil ambulane? tunggu bntar yya yo, kmu yg sabar ya’’ kata ify khawatir. aku
meletakan jari telunjuku di depan bibir merahnya.
‘’aku hanya butuh kmu’’ kataku
ify memeluku dengan hangat. air matanya sudah pecah tak dpat ia tahan lagi. mungkin ini adlah pelukan trakhirnya untuku. aku mengatur nafasku yg sudah tersenggal senggal. aku tak kuasa lagi menahan semuanya. mungkin keajaiban natal hanya sampai detik ini bukan untuk selamanya. tapi aku berterimkasih krna aku bisa mrasakan malam natal yangg trakhir kali dhidupku bersma dengan orang orang yg kucintai. saat ini aku hanya bisa pasrah terhadap keputusan tuhan.
‘’fy..ii...loo...vvee..yyo....yoouu..’’ kataku terputus putus dan terbata bata.
ify memegang tanganku, meyentuh denyut nadiku yg sudah tak berfungsi lagi. menekan dadaku yg sudah tak berdetak lagi, merasakan hembusan nafasku yg sudah tak berhembus lagi. ia menangis dan menjerit sejadi jadinya. ia memeluku lagi, mengusap pelan rambutku, dan mengecup lembut bibir pucatku. semua anak panti dan bunda ira juga turut mengeluarkan air mata, menghantar kepergianku ke atas sana.
+
25 Desember 2010
hari ini seharusnya adlah hari kebahagianku, hari ini seharusnya adlah perayaan natal yg sesunguhnya di seluruh belahan dunia, hari ini seharusnya aku berdiri tegak di gereja mengahadap tuhan yesus yang maha kuasa sambil melantunkan lagu suci untuknya, hari ini seharusnya aku mengembangkan senyum indah untuk semua orang yang kusayang, hari ini seharusnya aku berkumpul bersama anak panti merayakan natal.
tapi beginilah akhir kisah hidup seorang Mario Stevano Aditya Haling. berakhir di sebuah peti hitam yg mengkilat, aku tertidur pulas bukan untuk sementara tapi untuk selama lamanya, untuk seumur hidup. yya.. aku sudah pergi terbang ke atas sana berlari menuju ajalku, meninggalkan mreka semua yg aku sayangi. diiringi dengan deraian air mata ketidakrelaan dan lantunan doa suci yg begitu tulus terucap.
dari atas sini aku bisa melihat gadis yg kucintai sedang terluka, ia sedang bersedih disana krena kpergianku. ia sedang menangis tersedu di depan ragaku yg sudah tak bernyawa. aku berdiri di sebelahnya smbil tersenyum manis. kucoba membelai rambut indahnya dan mengecup lembut keningnya, berusaha menenangkannya. tapi apakah dy bisa melihat senyumanku ? apakah dy bisa merasakan lembut belaian kasihku ? apakah dy bisa merasakan hangat indahnya kecupanku ?
ahh.. pasti dy tidak merasakan apapun, aku lupa kini aku sudah berbeda dunia dengannya, aku bukan lagi seorang manusia yang memiliki wajah tampan, aku bukan lagi seorang manusia yang memiliki raga dan jiwa. aku harus merelakannya. tpi apa aku bisa tenang pergi ke atas sana dan melihatnya berderai air mata ? tapi biar bagaimanapun aku harus tetap pergi krena inilah takdirku. ini sudah jalan hidupku, aku tak bisa melanggarnya. semakin lamaku berdiri disini semakin sakit hati ini.
‘selamat tinggal iify, i still love you forever’
+
I Grieve
1 bulan yang lalu




0 komentar:
Posting Komentar