Kamis, 22 September 2011

Gue ini hanyaa..?

Gue ini hanya gadis kecil .
Yang berharap buat punya kisah cinta menggoda hati .
Mendapat pangeran setampan dongeng cinderella .
Atau sesempurnanya makhluk Tuhan .

Gue ini hanya gadis kesepian .
Yang berharap punya seseorang special buat ngeramein hidup gue .
Mendapat teman yang bisa tertawa manis bersama gue .
Atau sahabat yang rela menoreh kisah seru .

Gue ini hanya gadis manja .
Yang berharap untuk punya orang tua terkasih sebagai sandaran hidup .
Mendapat elusan hangat di puncak kepala sebelum bermimpi .
Atau kecupan lembut menghiasi hari .

Gue ini hanya gadis biasa .
Yang akan menangis tersedu jika tersakiti .
Yang akan tersenyum cantik jika berbahagia .
Yang akan mengeluh kesah jika mendapat takdir buruk .
Dan akan berbunga hatinya jika takdir berbaik hati sama gue .

Gue ini hanya gadis bodoh .
Yang dengan gampangnya menyerah pada hidup .
Yang dengan mudahnya ingin mengakhiri hidup .
Karena terlalu banyak menggantung harapan .
lalu kemudian terusak oleh cinta .
Dan terbunuh oleh rasa .

Minggu, 18 September 2011

no title!

Gue cuma bisa terpaku saat tau kalo pangeran hati gue udah memilih ratu hati yang lain .
bukan gue .
gue cuma diam membisu dan berharap bahwa semuanya palsu .
tapi gue salah .
seberapa banyak gue pejemin mata lalu ngebukanya? semua ini tetap terjadi .

detik itu juga gue sadar kalo harapan gue sia-sia .
padahal gue udah terlanjur ngebanggain lo di depan Tuhan .
bercerita kepada kepada semua hawa betapa sempurnanya lo .
memimpikan gambaran indah kita di masa depan .

setelah sekian lama menutup hati, gue baru bisa ngerasain 'sesuatu' itu lagi .
sama orang yang gue kira berhak buat menduduki hati gue .
dulu gue emang biasa aja, ga respect sama elo .
tapi setelah elo menoreh harapan di hati gue .
menuliskan janji-janji manis yang meluluhkan hati .
dan saatnya gue udah kejebak cinta gila, semuanya hilang .

gue makin gak punya motivasi buat hidup .
doa-doa gue yang terucap tanpa sengaja makin menyeramkan .
otak gue yang uda gila malah tambah gila dan berpikir kelewatan .
terlalu nekat . bahkan terlalu berani .

karena buat apa gue hidup tanpa punya arah?
tanpa tujuan .
tanpa semangat .
dan tanpa orang yang gue sayangin .

Jumat, 16 September 2011

Fotography .

Teknik Dasar Fotography
Yang sering menjadi kendala utama fotografer pemula adalah kendala teknis. Banyak yang tidak mengetahui dasar dan tidak mengenal kameranya dengan baik. Saya pikir ini penting sekali untuk diatasi sebelum melangkah lebih jauh. Dengan menguasai aspek teknis, kita bisa membuat foto yang kita inginkan.

EXPOSURE / PENCAHAYAAN

Inti fotografi adalah pencahayaan, maka itu sangat penting kita memahami hal ini. Ada tiga faktor utama yang menentukan pencahayaan yaitu bukaan (aperture), kecepatan pemantik (shutter speed) dan sensitivitas sensor (ISO).
Jenis mode kamera yang bisa dipilih

Jenis mode kamera yang bisa dipilih

Berkaitan erat dengan pencahayaan, pertanyaan yang sangat sering saya dapatkan adalah mode kamera apa yang saya harus pakai. Bagi yang memahami prinsip pencahayaan, tentunya lebih cenderung memakai Manual (M), Aperture Priority (A/Av) atau Shutter Priority (S/Tv).

Lalu bagaimana dengan Auto mode, atau Program (P) mode atau scene modes seperti landscape mode (yang gambarnya seperti gunung) atau portrait mode (yang gambar wajah orang dari samping)? Apakah boleh memakai mode itu? Boleh saja kalau belum memahami pencahayaan, tapi bila telah memahami, otomatis kita tidak butuh lagi mode-mode tersebut.

Saya sendiri menyukai Aperture Priority, karena saya bisa fokus dalam mengendalikan berapa kabur latar belakang foto.

Mempelajari pencahayaan ibaratnya seperti belajar mobil manual, berenang atau belajar naik sepeda. Pertama-tama rasanya susah sekali, tapi kalau sudah memahami dan disertai praktek yang teratur, segalanya akan menjadi lancar. Setelah memahami hal ini, hasil hasil foto-foto Anda akan lebih konsisten.

EXPOSURE COMPENSATION / KOMPENSASI
Histogram: Kalau kurva berwarna hitamnya banyak menumpuk di sebelah kanan seperti ilustrasi di atas. Ini menandakan pencahayaannya terlalu berlebihan

Histogram: Kalau kurva berwarna hitamnya banyak menumpuk di sebelah kanan seperti ilustrasi di atas. Ini menandakan pencahayaannya terlalu berlebihan

Masih berkaitan dengan pencahayaan, hal yang perlu diperhatikan terutama fotografi digital adalah menghindari pencahayaan berlebih sehingga foto menjadi terlalu terang karena akan banyak detail yang hilang dan tidak bisa dimunculkan kembali. Untuk mengecek apakah foto kita terlalu terang, kita bisa lihat di layar LCD atau histogram.

Selain itu seringkali bila pemandangan di depan kita lebih banyak warna gelapnya daripada terangnya, kamera sering salah menafsirkan, sehingga foto menjadi lebih terang. Untuk itu, kita bisa mengakalinya dengan mengunakan fungsi kompensasi pencahayaan.

Nilai kompensasi tergantung pemandangan, jenis pengukur cahaya /metering yang aktif dan jenis kamera. Saran saya coba-coba saja sampai menemukan pencahayaan yang optimal.
Dalam foto ini, kompensasi pencahayaan diperlukan karena sebagian besar area di dalam foto berwarna gelap. Bila tidak, wajah akan terlalu terang dan jubah akan berwarna abu-abu. Data Teknis: Av mode, 200mm, f/4, 1/320 detik, ISO 200, EC -1

Dalam foto ini, kompensasi pencahayaan diperlukan karena sebagian besar area di dalam foto berwarna gelap. Bila tidak, wajah akan terlalu terang dan jubah akan berwarna abu-abu. Data Teknis: Av mode, f/4, 1/320 detik, ISO 200, EC -1

MENCEGAH FOTO KABUR / GOYANG

Dua faktor foto kabur atau goyang adalah salah fokus atau shutter speed kurang tinggi. Untuk masalah auto fokus, jangan mengandalkan setting automatic focus, tapi pilihlah titik fokus tertentu. Bila subjek bergerak, maka gunakanlah continuous AF sehingga auto focus bisa mengikuti subjek.

Untuk memastikan fokusnya benar-benar telah terkunci, bisa dari suara “beep” atau lihat konfirmasi AF yang biasanya berbentuk bulatan atau kotak hijau di dalam jendela bidik / viewfinder.

Berkenaan dengan masalah shutter speed, untuk foto subjek yang bergerak, butuh shutter speed yang cukup tinggi. Contoh: minimal 1/125 untuk foto orang berjalan. Kalau lebih rendah, foto akan kabur. Di kondisi cahaya yang kurang baik, triknya adalah menaikkan nilai ISO, sehingga shutter speed tinggi bisa dicapai.