Sudah pernah merasakan bagaimana saat kalian jatuh cinta pada seseorang lalu tetap mempertahankan dan setia menunggunya hingga bertahun-tahun? Aku sudah pernah. Rasanya menunggu tanpa kepastian dalam jangka waktu yang lama itu membosankan. Dan rasanya merawat cinta yang tumbuh hanya sendirian itu melelahkan. Tapi aku bahagia, karena cinta ini tak sia-sia dan sempat terbalaskan—meskipun—oleh hubungan yang singkat. Sebuah hubungan yang sudah aku impikan sejak lama. Hubungan itu memang indah juga membawa kebahagiaan, tapi takdir yang tak sesuai impianku membuatnya menjadi hubungan yang berakhir oleh kekecaewaan, kesedihan, juga kesalah pahaman hingga membuat dirinya merasa dihianati olehku. Demi setiap titik cinta dihatiku, aku menyayanginyadengan tulus.. terlalu tulus hingga tak mungkin bisa menghianati cinta ini.
Dan setelah di waktu yang lain kita berada di tempat yang sama. Aku tak tahu apa salahku hingga rasanya membuat dia ingin melempar aku kedalam neraka dan tersiksa disana. Aku hanya bisa menangis saat tau seseorang yang dulunya aku puja sebagai pria tampan nan baik hati, kini malah menjadi musuh busuk di hidupku. Kalau dulu aku ingin memeluknya dan merasakan kehangatan, tapi sekarang aku lebih ingin menonjoknya dan melihat mukanya membiru lebam lalu aku akan tertawa licik. Tapi aku tak bias seperti itu… bagaimanapun, dia pernah menjadi yang paling indah dihidupku—meskipun sekarang aku merasa menyesal—Salam teman untuk dia disana.
Lalu pernahkah merasakan bagaimana saat kalian jatuh cinta pada seseorang yang hanya menganggapmu seorang adik perempuannya dan cintamu hanya bertepuk sebelah tangan? Aku sudah pernah. Diantara berbagai canda dan perkelahian bodoh yang terjadi, ada setitik benih kasih cinta yang tumbuh. Dan rasa itu semakin tumbuh besar hingga terasa menjalari nadiku dengan denyut cinta, terutama ketika dia memberikan perhatian lebih kepadaku dan saat dia menggenggam erat jemariku. Saat itu aku masih tak mengerti—juga tidak tau—apakah semua perhatian dan sikap manisnya itu karena mempunyai perasaan padaku atau ada alasan lain. Yang aku tau, aku mencintainya dan dia hanya untukku saja.
Dan inilah akhir dari kisah cintaku padanya. Ketika semua kebohongan yang akhirnya tentu saja akan terungkap. Kini aku mengerti alasan dibalik perhatian dan sikapnya dulu. Ya! Karena dia menganggapku seorang adik perempuannya. Apakah dia tak mengerti bahwa aku menginginkannya lebih dari seorang kakak? Aku tau, aku paham.. dia sudah mempunyai wanita lain yang lebih berarti dariku. Aku kecewa. Kecewa karena cinta yang tak terbalaskan. Juga kecewa karena menurutku wanita yang dipilihnya kurang dalam segi kecantikan—jangan salah paham! Aku tidak berusaha menyombongkan diri—. Terimakasih untuknya yang pernah mengisi hariku sebagai kakak yang baik. Salam manis dari adikmu yang tak kunjung tinggi ini.
Tapi semua itu hanya kisah lalu. Aku tidak berusaha mengingatnya tapi hanya ingin mengenangnya. Setelah semuanya, aku mengerti tentang harapan, kekecewaan, keputusasaan, dan lebih mengerti bahwa semua keinginan dan perasaan yang tercipta tak semuanya juga bisa terbalaskan lalu mendapat akhir yang baik.
A Daughter's Pain
2 bulan yang lalu





0 komentar:
Posting Komentar